Bunga Bangkai

cecerMelempar senja dengan galau wajah murung anak bangsa sedang dirundung malu akibat permainan indahnya. Seperti bunga bangkai yang mekar seraya menebar bau busuk yang menyengat hidung seperti bau bangkai tikus, bau bangkai itu sampai mencapai jarak 100 meter bahkan lebih! Setelah menebarkan aroma bau busuk yang menyengat, bersamaan dengan itu muncul berbagai serangga seperti lalat. Sehari kemudian bau tersebut perlahan-lahan menghilang dan bersamaan itu juga secara perlahan bunga bangkai mengalami penyusutan. Bunga bangkai yang sangat langka sudah saatnya mekar, maka biarkan dia tebar aroma bengis miliknya. Indonesia dibuat geger gara-gara video mesum anggota dpr dengan biduan. Tiba-tiba dalam sekejab banyak orang “bersih” tampil ceramah tentang moral etika dan segala bentuk tata krama tatanan keseimbangan. Moral sudah menjadi barang mewah yang siap menjadi tameng sekaligus senjata untuk melawan. Setelah tumbangnya pentolan penjaga moral di garda depan seperti raja dangdut yang nyatroni simpanannya di hotel malam-malam, kini giliran dai kondang yang kesiangan dalam mengambil langkah poligami. Keteladanan para pengumbar nilai agama yang estetik mulai layu dan limpung seperti bunga bangkai yang sebentar lagi membusuk. Nietzche mengatakan moral adalah titik balik dari pemberontakan kaum proletar pada kaum bangsawan. Moral hanya dijadikan pakaian mewah untuk mendapatkan status terhormat dan beradab, sementara orang kecil hanya boleh menerima apa yang diajarkan bangsawan sebagai pedoman yang harus dijalankan tanpa terkecuali. Penindasan dalam bentuk norma etika keseharian tersebut semakin kuat ketika disandarkan pada nilai keagamaan. Kurungan budaya bangsawan yang masih kental telah mengoyak habis sisa daya kaum kecil seperti di Indonesia. Indikasi dari hal itu salah satunya dengan penyebutan “anggota dewan yang terhormat”. Penisbatan nama secara bersama-sama dalam satu entitas yang besar mungkinkah bisa dipertanggung jawabkan secara bersama-sama? Bukankah ketika kampanye caleg sang pemilik suara (bagi yang ikut) hanya memilih atas apa yang dipahamkan secara temporer insidental? Lantas dari mana mereka dengan bangga menyebut dirinya secara berkelompok memakai gelar “yang terhormat” Budaya buruk yang di integrasikan ke dalam kehidupan kebangsaan ataupun kemanusiaan adalah kekerasan dalam bentuk psyco violence! Arogansi semakin menjadi-jadi ketika orang diluar struktur diharuskan mematuhi segala hal yang digodok oleh mereka (dpr) sementara prilaku sebagian dari mereka sebusuk bunga bangkai seamis bau darah. Sudah saatnya untuk MELAWAN!!! Sia-sia saja hidup yang hanya sekali digantungkan pada sesuatu yang nisbi.

~ oleh rinangxu pada 04 Desember 2006.

Satu Tanggapan to “Bunga Bangkai”

  1. ga tau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: