Semiotika Dalam Bahasa Pemograman

Menelisik masuk pada “dunia” computer memang menggairahkan. Banyak sekali ide-ide yang selama ini terpendam seketika muncul menjadi sebuah gagasan menarik untuk diteliti, dikaji dan dipahami lebih dalam lagi. Salah satunya adalah software. Software sebagai perangkat lunak yang berfungsi memberikan isyarat dan kode-kode tertentu untuk diterjemahkan hardware yang selanjutnya akan dijalankan sesuai dengan setting program yang telah dibuat. Disini menjadi menarik ketika sebuah hardware hanya bisa bekerja ketika adanya software yang terinstal dan tentu saja semua perangkat pendukung lainnya seperti suplai daya dkk; lalu muncul pertanyaan merisaukan sekaligus menggelitik “apakah sebuah kemustahilan ketika tanpa daya dari luar sebuah perangkat computer atau segala hal yang ada dapat hidup ??? haruskah ada sesuatu diluar yang mempunyai kekuatan lebih sampai mampu memberi “kehidupan”. Hidup dan kehidupan diartikan suatu gerak walaupun dalam keadaan diam. Diampun dalam sudut tertentu diartikan sebagai gerak pasif.  Menyinggung gerak dan diam mengingatkan pada software yang terus berkembang dan beredar luas, baik software licensi maupun open source. Seorang programmer dengan berbekal otak encer mampu membuat sebuah program aplikasi berupa rangkaian kode-kode yang tertata sedemikian rupa selanjutnya disebut bahasa program. Bahasa program terdiri dari kode-kode tertentu yang mewakili prilaku selanjutnya. Setiap kode memberikan isyarat yang berbeda-beda. Rangkaian kode itu umumnya mengandung rentetan tanda yang terkandung dan saling melengkapi untuk memberi sumbang sih terhadap yang lainnya. Penyingkapan kode-kode tersebut layaknya menyingkap sebuah tabir yang teramat gelap. Novel The Name Of The Rose yang di tulis Umberto Eco salah satu gambaran imajinasi Eco dalam menangkap sulitnya sebuah tanda kode dan segala macemnya (novel ini banyak mendapat penggolongan dari banyak orang sebagai novel….. bla.. bla.. blaa   tau khan? )  Kekacauan dalam sebuah kode bisa berakibat fatal. Banyak kasus yang melibatkan permainan kode menjadi mematikan ketika salah aplikasi ataupun input program yang  berisi pengkombinasian tanda yang telah disepakati sebelumnya; untuk menyampaikan satu pesan/isyarat pada pihak tertuju. Kasus sederhananya ketika salah dalam memasukkan serial number, membuat program tersebut tidak berjalan atau malah berjalan (jumping system code) dengan tingkat akurasi yang tak terkendali. Salah satu sifat kode adalah penjagaan yang teramat ketat, bahkan bisa dikatakan paranoid terhadap makna /pesan yang dikandungnya. Masih ingat film Davinci Code (bagi yang nonton, bagi yang belum nonton deh………. iseng-iseng buat hiburan/sekalian tambah koleksi draft tontonan yang sudah dilihat….^_^ ) begitu susahnya mengungkap kode yang menyimpan rekaman sejarah menggemparkan. Dalam film tersebut digambarkan dengan jelas bahwa sebuah kode mampu melakukan  satu gerak pasif (menyimpan amanat pesan yang dimiliki tanpa gerak; the other is hell to other’s, mungkin filosofinya kali….. ha… ha.. ha…) Penyingkapan kode yang mempunyai makna entah berarti/tidak membutuhkan tenaga ekstra. Dasyatnya kode tidak hanya pada bahasa pemograman. Semiotika salah satu cabang filsafat yang meneliti tentang tanda. Mengulas dan memberikan porsi yang cukup banyak pada kode. Tanda sendiri diartikan segala sesuatu yang mengandung makna, mempunyai dua unsur khas, penanda (bentuk) dan petanda (makna). Dari jangkauan semiotika yang sangat luas tersebut juga merambah pada software. Software yang berupa kumpulan kode menjadi obyek kajian semiotika??? Dari kabar-kabari yang terdengar semiotika banyak digunakan dalam meneliti dan menerjemahkan kehidupan sosial masyarakat. Kapan eco nulis buku tentang kode dalam sebuah program komputer ya………………. 

~ oleh rinangxu pada 06 Desember 2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: