Reason For Resist

 

Kelahiran dan proses kejadian manusia banyak tergambar dalam beberapa naskah dan sumber yang dipilih. Mulai dari doktrin agama sampai pada teori evolusi darwin yang mengatakan manusia hasil dari evolusi binatang sampai pada titik “kesempurnaan” saat ini manusia. Dari semua itu berdampak pada banyaknya sikap dan tanggungan yang include pada sosok makhluk manusia. Dari dulu kala sampai penghujung tulisan ini dibuat manusia mempunyai beragam sisi komplek yang saling terkait satu sama lain. Satu teori menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri, haruslah bekerja berdampingan satu sama lain untuk kebaikan bersama. Kendali dan kontrol terletak pada diri pribadi masing-masing. Menjadi sebuah pemaksaaan ketika kebebasan yang ada pada manusia hilang begitu saja karena faktor diluar dirinya. Perkembangan kelahiran menjadi pertumbuhan berbanding lurus dengan banyak ragam kejadian disekeliling manusia. Mulai dari berdirinya sebuah oraganisasi purba bernama negara. Negara oleh sebagian ahli dikatakan sebagai sebuah organisasi yang menampung aspirasi kehidupan bersama yang saling membutuhkan untuk berkumpul sebab adanya kesamaan nasib dan kepentingan. Negara sebagai sebuah institusi adidaya sudah mengubah manusia menjadi titik didih yang siap bergolak kapan saja. Pengaturan negara mencakup semua hal. Negara masuk pada sisi-sisi individu yang bukan menjadi wilayahnya. Ambil contoh ketika sebuah negara memberi pelarangan dalam berpikir. Pemberangusan ide yang tidak sejalan dengan kesepakatan bersama (konsitusi). Dengan serta merta negara dengan semua perangkat institusinya langsung menghantam dengan jurus-jurusnya yang ampuh seperti makar, represif dll. Seorang bayi yang baru lahir langsung menjadi “hak” sebuah negara, adanya hukum yang mengatur warga negara tentang status kewarganegaraan untuk “kepentingannya” dikemudian hari. Haruskah semua itu dilakukan, apakah dibenarkan tindakan arogan tersebut??. Sementara ketika sosok bayi tersebut dewasa sedikit sekali hak yang diberikan oleh negara. Banyak warga negara yang harus bersusah payah mencari hak hikikinya, bahkan harus dibayar dengan darah dan jiwanya. Masalah pertama yang seringkali muncul adalah kewajiban pada negara, negara meminta jatah pada tiap individu untuk mengakuinya sebagai absolut power yang harus diikuti dan ditaati. “Perintah” ini hampir menyamai kekuasaan Tuhan atau mungkin malah melebihinya. Kewenangan negara pada titik riil yang langsung bersentuhan fisik seperti raksasa Dasamuka dalam cerita Ramayana mengambil Dewi Shinta. Rama sebagai kuasa Shinta hanya pasrah menerima sang istri raib dan harus bersusah payah mengambilnya kembali. Kewajiban sebagai warga negara langsung dituntut dan dipaksa untuk diterima.

SIA-SIA PUNYA NEGARA KALO HANYA BIKIN SUSAH!

Civil Resisten On Video Klip

~ oleh rinangxu pada 11 Desember 2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: