Kebuntuan Konstitusi

Bongkar pasang Undang-undang yang sering terjadi di negara-negara yang berlandaskan negara hukum mengindikasikan bahwa produk hukum yang dipasarkan kepada masyarakat belum merupakan keputusan final! Di situ masih terus berproses dan berdialektika dengan realita yang ada. Tidak tidak ada anti tesis yang ada adalah sintesis yang terus memunculkan prasyarat-prasarat baru untuk di tesis. Kemudian muncul pertanyaan “jadi selama ini aturan hukum yang ditaati sudah releavankah dengan sanksi hukum yang mengikat tersebut? Lalu dimana letak kekuatan hukum ketika seorang terkena jerat hukum dan dikemudian hari aturan hukum yang dijeratkan pada dirinya dihapus/dirubah/ditambahi? Dan dimana hak seseorang pada masa lalunya yang terkena hukum tersebut dapat dipulihkan, bisakah orang tersebut menuntut balik atas kesewenang-wenangan yang diterimanya, kepada siapa dia harus menuntut balik?” Segelintir pertanyaan tersebut mungkin banyak membayangi orang-orang yang pernah merasakan kebuntuan hukum. Perangkat hukum yang bersifat mengikat untuk semua orang dan adanya sanksi yang jelas dijadikan acuan untuk menindak orang ataupun individu, badan oraganisasi, atau yang lainnya. Hukum ditetapkan sebagai tonggak peraturan ternyata masih berstandar ganda. Ketika hukum mengalami jalan buntu pada akhirnya hanya dirubah dan disesuaikan dengan kondisi terkini. Dari semua yang paling mencemaskan adalah “sikap hukum yang langsung menindak ketika satu obyek hukum dijadikan target”. Kasus munir satu contoh adanya kebuntuan hukum. Istri munir harus rela mengurus dengan susah payah sampai ke negeri lain. Amerika menjadi pilihan untuk mengadukan nasib dari proses hukum yang berlaku di negaranya yang tidak jelas. Amerika yang oleh banyak kalangan dijuluki sebagai Evil In The World menjadi tujuan utama, walaupun dalam banyak segi Amerika adalah “sisi hitam” dalam komunitas internasional karena imperialisme global menyangkut kebijakan luar negeri mereka. Amerika mungkin masih menyisakan sedikit “celah” hukum yang menyimpan keadilan. Pandangan minir terhadap Amerika tidak menyurutkan orang untuk berlomba-lomba masuk ke negara tersebut. Imigran gelap dari meksiko terus saja bergelombang datang membanjiri negara adidaya itu. Apa yang ditawarkan Amerika menjadi iming-iming sebagian orang untuk ikut mencicipi kehidupan di negeri Paman Sam; tak terkecuali istri munir yang mencoba mencari keadilan dalam sarang ketidakadilan. Rancangan undang-undang sedang digodok di parlemen Indonesia. Sebuah penggantian Undang-undang tentang penghinaan kepala negara dihapuskan, akan diganti dengan aturan yang mungkin lebih??? Porsi sebagai pejabat publik dalam perlindungan hukum cenderung pada proteksi yang berlebihan terhadap kekuasaan, sementara masyarakat hanya mendapat sisa-sisa kebijakan yang masih terbuka lebar untuk dimanipulasi dan dibredeli hak-hak hukum mereka. Kasus reformasi masih menyisakan gelapnya hukum Indonesia dalam menangani kawula Alit. Korban-korban penembakan yang notabenya memperjuangkan tegaknya hukum justru dibunuh dan dipendam dalam-dalam oleh hukum. Loyonya investigasi, pencarian bukti dan fakta hukum menambah citra hukum di Indonesia selalu mengalami kebuntuan hukum dari berbagai sisi. Dimensi hukum yang kukuh hanya sebuah labirin dengan berbagai ruang silang menyimpang di setiap jalannya. Pembenahan, penyempurnaan hukum hanya berupa content kosong pajangan pemanis dashboard. Layaknya sebuah bangunan tua, hukum selalu mengikuti trend yang sedang booming di masyarakat. Penambahan wilayah hukum seperti peraturan pelarangan poligami bagi pns sekarang merambah pada masyarakat luas sebuah bukti bahwa hukum adalah satu hal yang tercipta, untuk mengikat dan rentan terhadap perubahan. Haruskah hukum ditaati???????????????????????????????????????????????????????????

~ oleh rinangxu pada 11 Desember 2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: