Mbah Maridjan Anarkis !!!

“Saya tidak akan pindah dan menyuruh orang-orang untuk mengungsi” begitu kira-kira kata yang terlontar dari mulut tua Mbah Maridjan. Simbah yang satu ini memang punya semangat dan keberanian yang tinggi dalam menentukan sikapnya. Hal tersebut terlihat dari pegangan prinsip Mbah Maridjan ketika menghadapi usulan, masukan atau apapun juga menyangkut aktifitas gunung merapi. Oleh aparat pemerintah berwenang MM (Mbah Maridjan) disuruh untuk mengungsi karena kondisi Merapi dinilai membahayakan untuk kepentingan lingkungan sekitarnya. Tapi apa hendak dikata… MM malah mbalelo ( jawa “membangkang” ). MM berujar bahwa Merapi sama sekali tidak membahayakan; Merapi hanya sedang “membangun” sesuai dengan kodratnya. Gunung oleh sebagian orang diyakini sebagai “pakunya bumi”. Sebagai paku sudah sepantasnya kalau dia menancap erat dan selalu membuat gerakan seimbang ketika ada getaran atau gerakan tarik menarik bumi. Lebih gawat lagi MM malah tidak mau tunduk dan mengikuti “Sang Penguasa Daerah” yaitu: Sri Sultan Hamengkubuwono Ke-X. Sri Sultan sendiri adalah seorang Gubernur dalam sruktur pemerintahan Pusat/Negara dan seorang Raja kecil yang dikenal dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). MM hanya mau mengikuti perintah dari Raja sebelumnya bukan pada Raja yang sekarang sedang berkuasa. Wow…. Begitu beraninya sosok MM ini. MM mengaku kalau dia diberi titah untuk menjaga Merapi sebagai juru kunci. Tugas ini didapat turun temurun secara kekeluargaan. Kakek buyut MM dahulu kala juga dikenal sebagai kuncen merapi yang selalu siap siaga untuk menjaga dan “menenangkan” kondisi GM (Gunung Merapi) yang sedang gundah (someday kali….).

Sungguh aneh ketika penerimaan MM sebagai kuncen yang turun temurun warisan leluhur diterima MM dengan tulus iklas tapi di sisi lainnya MM juga menolak legalitas titah turunan sang Raja pendahulu pada anak turunnya. Pada sudut ini ada sebuah kenyataan yang harus muncul bahwa penguasa atau Raja saat ini dimata MM tidak berarti harus diakui secara penuh dan total. Bayangkan seorang raja yang mulai kehilangan dukungan dari rakyat yang dipimpinnya. Kredibilitas Raja Jogja mulai menipis. Kisah GM beberapa tahun yang lalu menyisakan teka-teki silang menyilang. Sebuah dasar ilmiah “diserang” oleh keyakinan purba. Logika modern beradu dengan logika purba. Mbah Maridjan yang dengan PEDEnya berani bertaruh bahwa “anak asuhnya” tidak akan berbuat apa-apa dan tidak perlu dikhawatirkan; justru yang perlu di waspadai adalah “bego’-bego’ itu” (bego’ maksudnya alat-alat berat untuk pertambangan dan eksplorasi hutan; traktror, forklif dkk). Sementara ahli Vulkanologi juga ngotot kalau aktifitas GM membahayakan dan seyogyanya masyarakat dan lingkungan sekitar untuk sementara waktu mengungsi dulu. Early Warning dari pemerintah tidak diindahkan malah dibuktikan dengan sensasi atraktif MM dengan menaiki GM yang sedang panas mengolah sesuatu yang sedang dibangunnya. Pada saat GM berstatus Awas MM malah naik ke tubuh GM walaupun tidak sampai puncak (hanya pada daerah yang sudah teratur untuk dikunjungi; daerah ini oleh sang kuncen dinamakan dengan tempat terakhir untuk bercengkrama dengan asuhannya). Saat itu MM juga bersama dengan beberapa orang lainnya ketika melakukan proses pendakian yang tidak wajar tersebut. Hasilnya bisa di tebak bahwa MM dan beberapa orang lainnya tetap sehat dan semangat sesudah melakukan pendakian. Mungkn bisa ditanyakan sama MM rahasianya apa sampai kuat begitu. Bisa dibilang Mbah Maridjan itu juga tua-tua keladi, makin tua makin menjadi setuju nga???? . Kita lanjutkan ceritanya ok! Prilaku “menyimpang” MM tersebut sekarang malah mendapat pengakuan publik bahwa MM memang perkasa, berani, teguh pendirian dengan alasan kuat dan sampai saat ini masih bisa dipercaya omongannya (saat ini Gunung Merapi aman-aman saja dan semoga tetap langgeng seperti Adanya amieeeeeeeeeennn; boleh usil asal jangan… ). Waktu sedang genting-gentinnya banyak tokoh nasional yang mencoba merayu dan semuanya menjadi tidak bertaring di depan MM (semuanya kalah dengan orang desa yang sekarang mbalelo pada rajanya). MM yang cukup fenomenal tersebut langsung ditangkap oleh media yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas. Hup..suara tangkapannya.. kena deh lo!. Sekarang MM jadi bintang iklan; setara dengan Crist John pemegang sabuk versi (wah lupa nih maap ye ..) juara kelas dunia dari Indonesia. MM sudah masuk pada wilayah baru “dunia tanpa koma” ajang showbiz produk-produk ternama, ikon baru periklanan. Mbah Maridjan masuk dalam jejaring kapital??? , penumpukan modal, perputaran uang, ajang promosi dan seabrek lagi bias dari buntut kapital. MM juga menjadi penanda baru bagi masa depan produk yang dibintanginya.

 

SALUT !!! BUAT MBAH MARIDJAN “KEEP YOUR FAITH AND TETEP FIGHT”.

~ oleh rinangxu pada 10 Januari 2007.

Satu Tanggapan to “Mbah Maridjan Anarkis !!!”

  1. loh sepengetahu saya mbah marijan tunduk sama sri sultan hamengkubuwono X, tetapi menolak ketemu SBY krn dititahkan utk menjaga gunung… saya baca Kedaulatan Rakyat===> lupa edisi kapan sama Kompas (kalo ga salah)… malah sempat dijadikan topik bahasan di beberapa tv… kan sempat turun gunung karena dipanggil sri sultan?? sing penting pokoke ROSO ROSO!!!…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: